Minggu, 29 November 2009

Alam kita sudah semakin tak sanggup menanggung beban kerusakan





TURBULENSI BAGIAN 1
Turbulensi sebenarnya kita kenal digunakan didunia penerbangan, saya mengumpamakan perubahan iklim dengan turbulensi, karena ada dua sayap yang dapat menyelamatkan kapal yang melaju diudara, satu kendali arah dibagian belakang. Kedua sayap memuat power pendorong laju kapal diudara. Bila tejadi kehilangan seimbang maupun daya dorong, maka kapal akan terjun bebas kedaratan dan hancur berkeping keping. Bila kita umpamakan kapal itu adalah bumi tempat kita berpijak, atau negeri tempat kita bernanung, atau pulau tempat kita berpijak, maka sesungguhnya kita telah menyaksikan sekumpulan orang yang berada dibumi ini memanfaatkan alam secara eksploitatif dan tidak arif. Bagian kapal tempat kita bernanung sudah mulai merasakan getar dan perubahan suhu yang luar biasa. Namun karena kita menganggap tidak penting, maka kita sedang menanti bom waktu yang tidak pernah kita ketahui kapan akan meledak dan menimbulkan bencana.

Sebagai ilustrasi perubahan ikilim, hal diatas sangat realistis dan sebenanrnya sedang kita alami. Bagaimana tidak, permukaan air laut yang semakin meninggi dan mengikis daratan sesungguhnya dasar kita berfikir ulang melanjutkan perusakan dimuka bumi ini. Udara yang semakin panas dan membakar kulit, telah menjadikan pertanian kita dibenturkan dengan kenyataan gagal panen, tangisan panjang rakyat jelata dipinggir beton tinggi keangkuhan pemodal besar yang dengan bangga bercerita dan bertutur tentang kesejahteraan rakyat dalam janji dan progaramnya, namun kenyataan derai airmata tak dapat dihapus hanya dengan janji dan nina bobo `kesejahteraan bersama` padahal mereka melaju usahanya diatas modal mereka yang disimpan dibank untuk melanjutkan masa depan mereka, dan merekapun telah digalikan kubur kegagalan dan kemelaratan oleh para pemodal besar yang merusak alam tempat mereka menyambung hidup. Untaian pilu para nelayan yang bertarung dengan keganasan alam untuk keluarganya, semakin terpuruk dalam kemiskinan yang sengaja dibuat oleh system dan kebijakan yang covernya indah, namun isinya penuh onak dan duri.
Galaxy Bima Sakti sedang menunggu sebuah proses alam yang sangat luar biasa revolusioner dan tak dapat di prediksi dengan pasti kejadian yang diakibatkannya. Dengan struktur pelapis udara dan pelindung bumi yang semakin kropos, ozon yang penuh lobang disana sini dan pola hidup manusia yang tidak berubah, maka perubahan iklim adalah sebuah keniscayaan yang pasti adanya. Bagaimanakah pemanasan global itu bekerja dan berdampak pada manusia dan segala yang menunjang hidupnya. Bayangkan bila anda didalam sebuah mobil saat panas terik. Udara panas diluar masuk kedalam mobil dan panas semakin bertambah selama terik berlangsung. Sementara itu, pengatur udara (AC) di kendaraan anda mati. Maka sirkulasi udara tidak terjadi, panas, pengap sumpeklah yang anda alami. Dalam panas terik yang membakar tadi, anda menumpuk semua sampah anda dalam kendaraan. Bayangkanlah...........! sebenarnya yang terjadi didalam kendaraan tadi adalah gambaran nyata yang sedang kita alami di bumi ini. Kerusakan dan kehancuran hutan yang semakin cepat dan tak terkendali, para developer enggan menyediakan area hijau yang seharusnya, pencakar langit dianggap sebuah prestasi dan prestise kemajuan disamping itu pengelolaan limbah industri dan rumah tangga yang berprinsip asal tempatku bersih, urusan diolah atau dibuang atau bikin orang lain susah ga` gue pikirin. Lihatlah! Air tanah kita semakin hari semakin berkurang dan sudah tercemar, disisi lain insultrasi air laut semakin menusuk ketengah tengah daratan kita. Bila ini terjadi terus menerus, berapa biaya yang harus kita keluarkan untuk air bersih, berapa besar beban negri ini mengcover kemiskinan, bencana alam, kelaparan, dan segudang penderitaan hanya karena membela kepantingan segelintir orang yang jumlahnya dibawah 10% warga bangsa? Apa kontribusi mereka ? Pajak yang diserahkan ke negara? Jauh panggang dari api, jauh lebih besar penderitaan yang ditangung dibanding pajak yang dihasilkan!
Kalau tulisan ini dianggap provokasi, jawaban saya ” Ya! Inilah provokasi untuk perubahan gaya hidup `semau gue` yang selama ini kita anut.”
Baik, kita uji dengan hitungan realistis dan berdasarkan fakta yang terbuka. Bila hutan kita telah rusak seluas 30,1 juta HaX biaya tanam Rp. 12 juta per Ha pertahun, maka berapa deretan angka yang kita temukan dari pembelaan kita selama ini kepada para pemodal besar?!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! Siapa yang harus menanggung beban kerusakan yang diakibatkan oleh segelintir orang ini? Sedangkan kata keadaan sulit itu tidak bisa disamakan kenyataannya. Sulit bagi orang miskin dan masyarakat pinggiran itu, maksudnya tidak bisa makan, tidak bisa berusaha, tidak bisa kerumah sakit, tidak bisa mengenyam pendidikan yang tinggi, tidak punya rumah tinggal dan yang terparah ......... tidak punya martabat dan harga diri ditengah tengah pergaulan ummat manusia pada umumnya! Sedangkan sulit di kenyataan para penguasa dan pengusaha beserta jajarannya, adalah mengurangi kegiatan liburan, biaya pulsa telepon genggam, shoping aneka pakaian dan prabot baru. Tapi mereka masih bisa berdansa dansi, makan enak dengan gizi yang cukup, sekolah lancar, bahkan masih bisa naik mobil pribadi ke sekolah. Saya hanya mengajak semua fihak yang membaca tulisan ini, untuk kembali bijak seperti nenek moyang kita yang telah menyerahkan alam ini dengan utuh dan asri untuk kita semua, tapi ......... kita tidak dapat menyerahkan titipan ini dengan utuh, kita serahkan titipan alam ini penuh dengan kekurangan dan biaya recovery yang luar biasa besar.

Bumi ini semakin panas, anak anak kita sudah enggan bermain dengan teman sekampung dihalaman rumah dan mereka pun menjadi korban berikutnya untuk keperkasaan produsen raksasa aneka permainan dan hiburan yang disediakan bagi kehancuran semesta ini.
Lalu .................... Bagaimana dengan tata surya kita? Apakah akan terjadi perubahan yang berakibat penderitaan bagi kita semua ? Kita akan lihat di episode TURBULENSI 3 ( E-Mail AFC_IND@yahoo.co.id – Ishaq Ibrahim Facebook.com) anda tertarik dan ingin bergabung dengan barisan sadar alam ini? CP. 087870766461 Donasi aksi tanam pohon dan olah limbah ke Bank BNI cabang Bogor No.rek 0119031015 an. Ishaq Ibrahim.

Tidak ada komentar:

EASYHITS4U

Link akun paypal Untuk transaksi bisnis anda yang lebih mudah

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

PINGLER.COM

Ada kesalahan di dalam gadget ini