Senin, 05 Desember 2011

KARAKTERISTIK DAN BUDI DAYA NILAM BAG 2 (HABIS)



 ABSTRAK
Minyak nilam merupakan salah satu komoditas penghasil devisa negara.
Minyak ini memiliki potensi yang strategis di pasar dunia yang digunakan sebagai
bahan pengikat wangi pada parfum, kosmetika, industri farmasi, dan industri yang
lainnya. Minyak nilam (patchouli oil) dihasilkan melalui proses penyulingan
tanaman nilam ( Pogostemon cablin Benth). Namun, kualitas hasil produksi
minyak nilam yang dihasilkan di Indonesia masih tergolong rendah karena
umumnya diusahakan oleh petani atau penyuling tradisional yang pengawasan
mutunya sangat kurang diperhatikan. Oleh karena itu, dalam tulisan ini akan
digambarkan mengenai perkembangan produksi tanaman nilam di Indonesia,

status kelayakan dan prosedur pengolahannya, serta nilai ekonomis yang
didapatkan petani nilam melalui metode analisis secara deskriptif dari berbagai
rujukan dan data yang telah diperoleh. Budi daya dan produksi pengolahan
minyak nilam secara tepat untuk mendapatkan kualitas yang baik perlu
dikembangkan untuk meningkatkan nilai jual dan keuntungan secara ekonomis
yang akan diperoleh oleh para petani nilam di daerah dan agroindustri skala kecil
guna meningkatkan kesejahteraannya.
Kata kunci : nilam, budi daya, produksi pengolahan, kelayakan usaha

PENDAHULUAN

Indonesia merupakan negara penghasil minyak nilam terbesar di dunia
yang memenuhi kebutuhan minyak nilam dunia dengan pangsa pasar 90%. Pada
tahun 2004, ekspor nilam Indonesia mencapai 2074 ton atau senilai US$ 27,137
juta. Namun, beberapa tahun terakhir posisinya mulai terancam oleh negara Cina,
India, dan Vietnam (Dirjenbun, 2006). Minyak nilam Indonesia sangat digemari
pasar Amerika dan Eropa terutama digunakan untuk bahan baku industri
pembuatan minyak wangi, kosmetika, farmasi dan industri yang lainnya. Minyak
nilam (patchouli oil) diperoleh dari proses penyulingan daun nilam (Pogostemon
cablin Benth). Dalam industri parfum, minyak nilam digunakan sebagai bahan
fixative (pengikat wewangian) yang sampai saat ini belum dapat disintesis
(Wikardi, dkk, 1990).
Budi daya dan produksi pengolahan minyak nilam di Indonesia umumnya
dilakukan petani dan agroindustri penyulingan nilam yang menggunakan
teknologi yang masih tradisional dan memiliki keterbatasan di bidang
pengetahuan ekstraksi minyak nilam sehingga pengawasan terhadap mutunya
sangat kurang diperhatikan. Selain itu, masalah lain yang mereka hadapi adalah
masalah permodalan, baik dalam budi daya tanaman nilam maupun
pengolahannya. Keterbatasan itulah yang mendorong dilakukannya upaya
optimalisasi nilai tambah setiap komuditas pertanian khususnya produksi
pengolahan minyak nilam pada tingkat petani desa. Dalam perspektif optimalisasi
tersebut, peran agroindustri sebagai wahana ekstraksi nilai tambah dan inovasi
menjadi sangat penting. Pemberdayaan agroindustri pengolahan nilam skala kecil
dan menengah pada tingkat pedesaan diharapkan mampu meningkatkan
pendapatan para petani nilam dan masyarakat sekitarnya.
Ada tiga jenis tanaman nilam yang dibudidayakan di Indonesia, yaitu
Pogostemon heyneanus (nilam Jawa), Pogostemon hortensis (nilam Sabun), dan
Pogostemon cablin (nilam Aceh). Tumbuhan nilam berupa semak yang bisa
mencapai satu meter. Tumbuhan ini menyukai suasana teduh, hangat, lembab, dan
mudah layu jika terkena sinar matahari langsung atau kekurangan air. Bunganya
menyebarkan bau wangi yang kuat. Bijinya kecil dan perbanyakan biasanya
dilakukan secara vegetatif (Ditjenbun, 2006).


METODOLOGI
Pengumpulan berbagai macam data penunjang yang mencakup data primer
dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan
seorang guru kimia SMA di daerah Lingkar Kampus IPB Dramaga yang ingin
mendirikan usaha pengolahan minyak nilam bernama Ibu Rohma Sri Astuti, ST
yang berasal dari Depok, sedangkan data sekunder diperoleh dari berbagai macam
rujukan studi pustaka dan data yang diperoleh dari berbagai jurnal ilmiah online
IPB dan jurnal ilmiah online sumber lainnya maupun data statistik instansi yang
terkait. Informasi yang dikumpulkan mengenai keuntungan ekonomis budi daya
 nilam, kelayakan pengusahaan minyak nilam, dan standar mutu produksi minyak
nilam yang ada saat ini.
Kajian mengenai keuntungan ekonomis yang akan didapatkan para petani
dan agroindustri budi daya dan pengolahan minyak nilam skala kecil dan
menengah serta kelayakan pengusahaan minyak nilam akan digambarkan melalui
perhitungan analisis finansial jumlah dana yang dibutuhkan untuk membangun
dan menjalankan usaha beserta perkiraan laba dan ruginya. Untuk kelayakan
pengusahaan nilam akan dikaji menggunakan analisis persfektif dari data standar
mutu produksi minyak nilam yang ada di Indonesia. Data hasil wawancara dengan
Ibu Rohma Sri Astuti, ST akan digunakan sebagai rujukan untuk mengetahui
minat masyarakat pada agroindustri pengolahan nilam dan hal apa saja yang mesti
dipersiapkan sebelum melakukan usaha pengolahan minyak nilam. Semua
pengkajian dilakukan berdasarkan data yang telah ada dengan menggunakan
pendekatan deskriptif secara objektif untuk menjelaskan berbagai fenomena yang
timbul pada kasus pengolahan minyak nilam ini.

 HASIL DAN PEMBAHASAN

 Budi Daya Nilam

Tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth) merupakan tanaman
perkebunan yang memiliki prospek yang cukup cerah. Hasil yang diperoleh dari
tanaman nilam adalah berupa minyak nilam yang dihasilkan dengan proses
penyulingan daun dan ranting tanaman nilam (Salim dan Sriharti, 2006).
Penanaman nilam pun dinilai cukup sederhana karena setiap bibit yang
diperoleh dari sistem stek ditanam di tanah dengan jarak 60 cm. Selanjutnya
tinggal menunggu enam bulan sebelum dipanen setelah batang mencapai
ketinggian satu meter. Setelah panen, nilam dibiarkan tumbuh sendiri dan dapat
dipanen lagi setiap tiga bulan.
Setelah dipanen batang dan daun nilam dijemur tiga hari sampai kering.
Pengurangan kadar air mutlak diperlukan agar kualitas minyak yang dihasilkan
tetap tinggi. Setelah benarbenar kering, batang nilam dipisahkan dari daunnya,

 lalu dirajang agar mudah dimasukkan ke dalam ketel penyulingan. Minyak yang
paling baik diperoleh dari penyulingan batang nilam. Daun nilam juga dapat
disuling menjadi minyak, tetapi kualitasnya masih di bawah minyak yang
dihasilkan oleh batang. Oleh karena itu, para perajin biasanya mencampur batang
dan daun nilam untuk disuling secara bersama. berikut ini diagram alir yang
menjelaskan proses pengolahan nilam.



  Di Indonesia sendiri, pengolahan minyak nilam sebagian besar dilakukan
oleh para petani/penyuling dan agroindustri skala kecil yang masih menggunakan
peralataan yang sederhana sehingga rendemen minyak nilam yang dihasilkan
masih sangat rendah. Selain itu juga, penanganan hasil setelah produksi seperti
pemisahan minyak setelah penyulingan, wadah yang digunakan, dan penyimpanan
belum dilakukan secara maksimal, Untuk itulah, kita perlu membenahi masalah
ini. Berikut ini acuan standar mutu minyak nilam yang harus dicapai para petani
desa/penyuling dan agroindustri kecil dan menengah agar hasil produksi minyak
nilamnya dapat bersaing di pasar nasional dan internasional yang dapat dilihat
pada tabel 1.


 Tabel 1. Standar Mutu Minyak Nilam (SNI 0623851991)


 Analisis Ekonomi Budi Daya Nilam

Untuk mendirikan usaha budi daya dan pengolahan nilam memang
memerlukan modal yang cukup besar. Akan tetapi, modal ini hanya akan
memberatkan pada awal memulai usahanya saja. Karakteristik tumbuhan nilam
yang mudah tumbuh dan berkembang serta perkembangbikannya tanaman nilam
secara vegetatif yang sangat mudah menjadi keuntungan tersendiri dalam usaha
pengolahan minyak nilam. Permintaan pasar baik nasional maupun internasional
akan kebutuhan minyak nilam yang terus meningkat dapat menjadi daya tarik
tersendiri untuk memulai usaha ini. Usaha ini memiliki prospek yang sangat
cerah. Berikut ini akan disajikan tabel yang menggambarkan modal yang
dibutuhkan untuk memulai agroindusri pengolahan minyak nilam dengan standar
produksi yang memenuhi kriteria SNI (skala menengah dan atas) dan keuntungan
bersih yang didapatkannya. Data ini diambil dari hasil penelitian lapang Takiyah
Salim dan Sriharti, peneliti Balai Pengembangan Teknologi Tepat Guna, LIPI di
Desa Cupunagara, Subang.


 Sumber : Balai Pengembangan teknologi Tepat Guna, LIPI


 Tanaman nilam sudah dapat dipanen pada umur 6 bulan. Setelah dipanen
tunasnya berkembang membentuk rumpun yang dapat dipanen lagi setiap 3 bulan.
Sekali tanam, nilam dapat mencapai umur tiga tahun. Setiap panen, tiap hektarnya
dapat menghasilkan 3020 ton nilam basah tergantung pada kesuburan tanaman.
Harga minyak nilam sendiri di tingkat petani mencapai Rp 750.000,00/kg.
Untuk usaha pengolahan minyak nilam, investasi awalnya memang cukup
besar. Biaya untuk pendirian bangunan dan mesin pengolahan menjadi kendala
yang dihadapi petani nilam dan agroindustri pengolahan nilam skala kecil dan
menengah untuk mengembangkan usahanya. Berikut ini data statistik yang
menunjukkan perkembangan usaha pengolahan nilam.

Untuk usaha pengolahan minyak nilam, investasi awalnya memang cukup
besar. Biaya untuk pendirian bangunan dan mesin pengolahan menjadi kendala
yang dihadapi petani nilam dan agroindustri pengolahan nilam skala kecil dan

menengah untuk mengembangkan usahanya. Berikut ini data statistik yang
menunjukkan perkembangan usaha pengolahan nilam.



Gambar 4. Data Statistik Perkembangan Usaha Pengolahan Nilam di Aceh

Dari data di atas, kita dapat mengetahui perkembangan usaha budi daya
dan pengolahan nilam masih relatif rendah bahkan dalam beberapa tahun terakhir
cenderung menurun. Untuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukannya
peningkatan kuantitas jumlah produksi nilam dan peningkatan mutu nilam yang
dihasilkan. Pemerintah selaku pemegang kekuasaan dalam negeri perlu
mengambil sebuah kebijakan, misalnya pemberian kredit jangka panjang untuk
para petani nilam, memberikan penyuluhan mengenai cara budi daya nilam yang
benar dan efisien, dan membuka akses pasar yang seluasnya kepada para petani
desa dan agroindustri skala kecil dalam pemasaran hasil produksi mereka.
Penataan dan perbaikan dalam proses budi daya dan pengolahan nilam perlu
dilakukan oleh semua pihak yang terlibat demi mewujudkan kesejahteraan para
petani dan pemberdayaan agroindustri kecil yang dapat menyediakan lapangan
kerja untuk masyarakat sekitarnya





Tidak ada komentar:

EASYHITS4U

Link akun paypal Untuk transaksi bisnis anda yang lebih mudah

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

PINGLER.COM

Ada kesalahan di dalam gadget ini