Minggu, 27 November 2011

BOGOR, Indonesia (27 Oktober, 2011)_Lembaga swadaya masyarakat (LSM) perlu berkonsolidasi untuk memperkuat perannya dalam menyebarkan informasi mengenai keuntungan serta dampak negatif mekanisme Pengurangan Emisi Deforestasi dan Degradasi Hutan, atau REDD+, kepada masyarakat luas, menurut Teguh Setiono, program officer dari Tansparency International Indonesia.
“Melalui penguatan antar lembaga, akan jelas informasi di jejaring LSM, siapa mewakili lembaga apa, melakukan advokasi di tingkat mana dan mengenai apa” dalam hubungannya dengan REDD+, tambah Teguh dalam lokakarya Norwegian Agency for Development Cooperation (NORAD), badan kerja sama pembangunan Norwegia, dengan lembaga-lembaga swadaya masyarakat pada tanggal 19-20 Oktober 2011. Acara tersebut diselenggarakan di kantor Center for International Forestry Research (CIFOR) di Bogor.